Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Lelaki dalam timangan badai

Dia bekerja tak pernah berharap Yang ia tau hanya sebuah perintah Bukan dia tak punya prinsip Tapi karena prinsipnya dia terus mengabdi Berjalan dalam timangan badai Berbekal doa orang orang tercinta Dia buang jauh keluh kesah percuma Sekali layar terkembang pantang ciut nyali Ia bukanlah sang jago retorika Bukan pula lihai membaca peta politik Hanya hati, nalar untuk pertiwi senjatanya Menerjang badai atlantik hingga politisasi intrik Tak pernah dia bicara ideologi Berusaha menjadikan diri manusia akal Jalan hidupnya adalah pengabdian Pengabdiannya adalah tugas terlaksana dg benar Tak pernah ia meminta bintang dipundak Dia hanya melaksanakan tugasnya dg benar Dengan fisik, naluri, analisis kuat dan kecerdasan dalam tekanan. Badai Tg. Flesko Sulut, 29 maret 2016 Awie

Guru dari alam raya

Wajahnya yang teduh membiaskan banyaknya hal yang mungkin telah dia baca, sorot matanya yang tajam memaksaku menunduk malu menyiratkan percaya diri yang besar akan setiap langkahnya, suaranya yang lembut, jelas dan irama kewibawaan yang menggambarkan tajamnya analisanya, sehingga apa yang keluar dari lisannya adalah hasil filterisasi pemikiran yang dalam, di sela obrolan yang penuh makna ada seberapa bait pesan yang terus terngiang dalam fikiran dan kalbu " jika melihat betapa banyak agama, aliran, sekte dan kepercayaan di dunia fana ini yang pasti semua pemeluknya merasa paling benar , saya jadi berfikir apakah di akherat kelak SURGA juga ada banyak sebanyak agama, sekte, aliran dan kepercayaan itu ?? Andai ada satu saja tapi kira kira surganya siapa ?? agama / aliran  ??  " " Jika surga itu tak pernah ada bahkan tak pernah dijanjikan, kiranya masihkah meluruskan niat dan gerak kita untuk beribadah ?? " " Mestinya kita harus jujur dalam diri kita, masih ban...

Tentang cinta, tentang perhatian

Jika intisari cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah sebuah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang atau apapun terutama cintamu pada sang Rabb pusat dari segala penjuru cinta, kamu harus mampu memberikan perhatian penuh kepada yang engkau cintai itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diminta dan diperlukan oleh yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Perhatian adalah pemberian jiwa ( soul) semacam penampakan emosional yang kuat dari keinginan luhur kepada  yang kita cintai. Tidak semua dari kita memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan apalagi memperhatikan secara terus menerus dan Tidak juga semua dari kita yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk selalu memperhatikan. Memperhatikan adalah kondisi di mana kita keluar dari dalam diri kita menuju elemen lain yang ada di luar diri kita sebuah elemen yang berdimensi w...

Bait rindu pada sang kupu kupu

Bait ini aku goreskan Pada kanvas jingga mentari pagi Berhiaskan sinar kemerlap sang pena Aku tak pandai menyusun deretan kata cinta Tak pula piawai menyematkan puja rayu Aku sadar aku hanya punya hati berlian Sedari kecil kalbu selalu terbasahi Dicuci air mata penderitaan Tapi dia kaya akan cinta dan syukur Sudahlah, biarlah bayu yang bercerita Betapa besar rindu ini padamu Pada sang kupu kupu Banggai laut, 26 Maret 2016

Cemburu pada sang Burung laut

Tenang tanpa riak geloramu Beda dengan kalbuku Selalu riuh bergemuruh Penuh rasa cemas dan debar gelisah Entah laksana insan tanpa syukur Saat mata memandang diatas samudera biru Seluet burung laut saling bersenda gurau Terbang penuh bebas tanpa belenggu Mengisi masa demi masa penuh bermakna Hanya terpaku, termangu penuh cemburu Mengalir di derasnya arus gelombang Membawaku menumpuk penuh rasa cemburu Akan hakekat definisi kebebasan Sang waktu berkonspirasi dengan ego emosional Mencoba menumbangkan nalar Tapi intuisi, khayal dan inovasi Takkan pernah bisa dirantai cemburu. Banggai laut, 26 Maret 2016 Awie

Cerita Sahabat Baruku

Sebuah tanggung jawab akan tugas mengantarkanku bisa singgah ke beberapa daerah di negeri ini, sebuah jalan jalan gratis mungkin bagi sebagian orang, tapi bagiku manfaat yang aku terima ini adalah bagian dari rahasia Allah agar aku terus bersyukur, bertafakur dan mengambil pelajaran berharga dari tempat baru yang aku singgahi, beragam culture, adat istiadat, budaya, watak, kekayaan alam, dan sosial masyarakat serasa jadi lembaran lembaran refrensi kehidupan bagiku, entah bertemu dengan siapapun, mendengarkan nasehat apapun aku tetap berusaha mengkosongkan gelasku agar terus terisi dengan ilmu dan pengalaman baru, selain sadar bahwa aku belum pernah lama duduk dikelas. Selain membaca entah dari buku karangan siapapun atau artikel elektronik, e book yang entah siapa yang unggah kadang aku juga begitu antusias mendengarkan kisah langsung dari orang orang yang punya cerita unik dan bermakna, suatu malam sehabis isya seperti biasa saat tak ada aktifitas menyangkut pekerjaan aku menyem...

Kisahku dan Pak Mashudi

Kisah ini aku alami saat aku masih duduk di bangku Madrasah Ibtida'iyah, yaitu sebuah tingkatan sekolah yang setara dengan sekolah dasar, ada hal menarik kala itu kalau tidak salah di usia pendidikanku pada tingkat empat atau bisa dibilang kelas empat. Ada seorang guru yang sabar saat itu dengan metode mendidik seperti Bapak kita , beliau bernama Pak mashudi, iya seorang guru yang mengampu mata pelajarah Fiqih sebuah cabang ilmu yang mengajarkan tentang syariah, selain itu beliau juga bertanggung jawab sebagai wali kelas, wajar jika beliau memposisikan diri sebagai seorang Bapak bagi kami anak didiknya. Kami menempatkan diri sebagai anak didik dan beliau sebagai orang tua kami, tidak selayaknya sekarang hanya disebut sebagai peserta didik, yang menurut pemahamanku, proses menimba ilmu hanya sebatas seremonial transfer isi buku diktat dari seorang pengajar kepada peserta didik, selesai jam pelajaran selesai sudah hubungan itu, tapi kala itu proses belajar kami adalah transfer ilmu...

Pesan Ibu pada Gadis Kecil

Siang yang penat disela sela padatnya kerja saat jam istirahat siang aku keluar dari area pabrik di kawasan jalan Gatot subroto arah ketapang Banyuwangi, aku keluar untuk mencari makan siang dan melepas lelah sedari pagi bergemuruh dengan proses produksi hasil perikanan, ku pacu motorku ke kawasan ketapang disana ada warung makan yang lumayan nyaman pas untuk istirahat siang, dekat dan menunya yang menggoda lidah. Begitu nikmatnya menu makan siang, sembari otak atik laptop buka sosial media balas coment sahabat sahabat, saking asiknya aku kaget tatkala ada anak kecil perempuan membawa boneka boneka kecil, sambil tersenyum anak perempuan kecil itu menawarkan dagangan boneka kecilnya. " Mas, beli boneka ya, murah murah, satu lima ribu saja, bagus bagus " anak itu menawarkan boneka bonekanya. " tidak dek, coba tawarkan yang lain saja " jawabku lembut, jujur merasa terusik oleh kehadiran anak perempuan kecil itu. " ayo beli mas, murah murah kok, ntar bisa buat ...

Bergelut dengan jiwa

Sang bayu berhembus semilir semakin kuat di hamparan Analisa sebagai alat merobek kekarnya ilusi Keberanian dan kebenaran pisau belati tajam Diasah dengan air mata kepedihan Jika berani katakanlah berani Jika mundur bersegeralah Tali tambat mungkin masih terikat Tatkala lepas akan terasa berat Ditengah sana idealisme dipertaruhkan Bebas mata dan kecurigaan Tapi akankah kabur dari mata tuhan Tidak, semua itu butuh keberanian Bediri tegak atau mengekor dipantat Sebuah pilihan arif dalam beragam tawaran Pemuda kekar tetaplah tegar Walau jiwa tergerus kenestapaan Jika congkak masih bersemayam Takkan muncul rasa berani Menghapus noda laksana daki Lemah diri, rendah tutur adalah perisai diri Lembeh, 13 maret 2016 Awie

Sebuah pilihan

Hari ini Minggu tiga belas maret dua ribu enam belas, saat hati ini berdebar debar menanti kelahiran sang penerus dinasti yang sekarang masih dalam kandungan istri tercinta, hari ini aku masih bergelut dengan tugas dan pekerjaan di bahtera, walau bukan sebagai navigator kapal niaga atau sebagai pelaut long liner, tapi meninggalkan keluarga demi semangat cita cita keluarga kecil kedepan adalah sebuah pilihan. Menjadi seorang pelaut entah dalam lingkup apapun dan berada dibelahan samudera manapun harus memiliki kebesaran jiwa dan idealisme yang kuat, meninggalkan keluarga, bahkan tak jarang kita hanya mendengar kabar satu persatu dari saudara kita telah tiada mendahului kita menghadap sang pencipta, kita harus siap dengan perubahan cuaca yang ekstrim ditengah samudera, siap mental , lahir dan bathin. Seorang pelaut harus memiliki insting, analisa yang bagus, serta sebuah keputusan yang tegas, tepat dan cepat karena situasi di samudera memerlukan itu, berbekal pelatihan pelatihan dan si...

Rahasia yang disembunyikan sang Ibu

Suatu hari saat mentari terik, tanah berdebu beterbangan, membuat setiap matabenggan menatap langit, aku pulang dengan tas lusuh dipunggungku, sepatu penuh debu terseret bukti betapa lelahnya saat itu. Aku sampai pada gubuk pinggir danau, begitu sejuk asri, kontras dengan jalan jalan yang kulalui sepulang sekolah tadi, iya aku memang pulang dari sekolah, entah kenapa sedari pagi banyak muka sinis penuh ejekan dari mereka disana, seakan aku ingin merobek muka mereka agar bisa tersenyum padaku. Seperti hari hari biasa aku langsung menuju ruang makan, menyantap makan siang yang ibuku sudah siapakan, menu siang ini begitu menantang sehingga cacing cacing dalam perut ini semakin kuat menggalang masa untuk mencurahkan rasa lapar sang kian menyengat. Bukanlah menu bertahta daging dan kesempurnaan hidangan tapi menu dibalut dengan kasih sayang seorang ibu, bukti kasih bahagianya sebuah keluarga kecil bantaran danau. Aku mencari ibuku, berkeliling rumah yang tak begitu besar ini, aku hendak ...

Kekuatan Cinta

Hembusan bayu menuntun penaku Mengukir bait bait kata rindu Melukiskan kedalaman rasa dalam kalbu Ejawantahkan pustaka cinta pada sang kupu kupu Bait bait rindu nan menggema Sangkakala maya pada hati bergelora Memuja mengkultuskan dewi dewi amora Menggetarkan bathin dengan ayat ayat cintanya Raga pun menunduk Pelupuk netra mengatup Meneteskan tirta cinta Membasahi kegersangan jiwa Kala sang mentari masih sejuk memeluk Beragam cita tersemat dalam dua simponi kalbu Menghadirkan kerinduan penghapus nestapa Demi cita suci kala maghrib menjeput Berbait berjejer rapi Sebesar cinta dalam hati Mewujudkan kebesaran Rabbi Atas titahnya kita mengikat janji suci Aertembaga, 12 Maret 2016

Si Penakut gelap dan Empat lilinnya

Suatu malam sang rembulan enggan menampakkan diri ditambah mendung yang senantiasa memeluk langit, tak ada tanda hujan memang tapi gelap menyelimuti alam malam itu. Listrik pun sedang pemadaman berjadwal ibarat pegawai shift pada pabrik garment. Disebuah kamar yang tak begitu luas sedang tidur didalamnya anak kecil dengan nyenyaknya diterangi temaram lilin empat bersaudara, ia lilin yang dibasang berderet yang jumlahnya empat batang dan semua menyala. Suasana kamar malam itu sunyi sekali sang anak kecil terlelap tanpa dengkuran seperti sikancil yang berpura pura mati saat pemburu hendak menjualnya ke cina tukang daging. Sunyi malam itu begitu terasa, andai ada kancing peniti jatuh kelantai dering gemerincingnya pasti akan terdengar. Dalam sunyi malam itu terdengarlah empat percakapan lilin dikamar itu. Aku adalah kesempatan yang Tuhan ciptakan untuk manusia di alam raya ini, tapi sekarang manusia sudah tidak perduli lagi akan keberadaanku mereka semua selalu sibuk dengan gaya hidup ...

Pelajaran dari kelas Ibtidaiyah

Dua puluh tahun yang lalu saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sekolah di sebuah Madrasah Ibtidaiyah yaitu sekolah dasar dibawah naungan lembaga pendidikan Maarif Nahdlatul ulama dan Kementrian agama ( waktu itu masih Depag ), sekolah yang saya tempati berada didaerah Banyuwangi selatan tepatnya di Desa Tegalsari. Ada hal menarik saat saya masih sekolah dulu, saya dan beberapa teman memang tergolong siswa yang rewel alias selalu bertanya dan bertanya kepada guru jika ada hal yang belum paham, masih bingung atau terkait nasa masa yang akan datang. Suatu hari saat pelajaran matematika, Pak guru yang yang mengampu mata pelajarn itu adalah orang yang asyik, mempunyai visi kedepan jadi tak jarang setiap memberi materi terkait matematika selalu di selipi motivasi motivasi untuk rajin belajar, kesuksesan dan masih banyak lagi, hari itu beliau menerangkan kepada kami semua tentang kesuksesan, setelah panjang lebar dia cerita tentang semangat buat kami semua  agar merai...

Pencari rumput

Di sebuah desa kecil dipinggiran sungai, ada seorang lelaki separo usia, dari guratan urat di lengannya yang kekar dia adalah seorang pekerja keras, dari kulitnya mengkilat kehitaman bercerita bahwa dia adalah pekerja yang tangguh, dia adalah seorang pencari rumput, dia mencari rumput di padang ilalang yang menghampar luas di kampungnya, dia mencari rumput dari pagi hingga petang kemudian dia langsung jual ke tukang ternak di kampung sebelah. Suatu hari saat perjalanan dia menuju padang ilalang pagi pagi buta dia terus berfikir dan merenung kenapa akhir akhir ini hasil dia merumput semakin menurun sehingga pendapatan yang ia miliki akhir akhir ini semakin sedikit, mungkin waktu dia merumput kurang lama jadi perlu ditambah pikirnya, akhirnya mulai esok dia berangkat lebih pagi dan pulang hingga larut malam, belum lagi ditambah dia harus menyetorkan rumputnya ke peternak, maka semakin malamlah dia tiba dirumahnya. Hari hari pertama saat dia memutuskan untuk memperpanjang waktu dia meru...

Sajak sang Pendobrak

Mata sayup hendak meredup Menyaksikan nyiur pantai saling bergesek Menimbulkan retakan pesisir Tersebar sudah mutiara pantai ke tiap kuali Semua berjalan beriring, bak sistem Hendak memutuspun perlu berfikir Semua saling menghisap Pasir dan tepian pantai ikut terlahap Berangkat dari diri sendiri Berusaha mencari jalan berbeda Berbeda tak selamanya salah Jika sebuah idealisme tetap terjaga Ikut arus sudahlah tak jadi mode Saatnya menjadi pembeda dan pendobrak Nyatakan mimpi sebuah idealisme Raga tersungkurpun simpul senyum kebenaran.

Berjalan lurus seperti biasa atau penuh kejutan dan keberanian berbeda ?

Entah karena apa semalam mataku enggan sekali terpejam, mungkin karena terlalu sibuk memikirkan kamu yang disana sayang, atau hanya alibi pikiranku saja untuk mencoba mengelabuhi kegelisahan hati saat aku jauh dari rengkuhan hangatmu sayang. Ia kadang memang logika terlalu jaim kadang pula dia berlagak sok cerdas menghadapi problema bathin, problema klasik sih, iya memang klasik karena problema itu selalu menemani beberapa tahun ini saat raga jarang bercengkrama. Tapi percayalah logiku hanya berusaha menutupi ketegaran sang hati saat dia meneteskan air mata kecengengan saat jauh dari senyum candu darimu. Tau nggak sayang ternyata dari semua itu ada pelajaran berharga yang aku dapat, walau kalo boleh jujur sih aku belum teralu yakin, memang pada raga dan logika keyakinan itu belum maksimal tapi kamu tau kan sayang kalo keyakinanku aku keberadaan Tuhanku selalu terpupuk alami sejak beragam masalah bertubi tubi mendera kita. Iya kita berdua nggak mungkin mudah melupakan semua itu. ...