Pelajaran dari kelas Ibtidaiyah

Dua puluh tahun yang lalu saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sekolah di sebuah Madrasah Ibtidaiyah yaitu sekolah dasar dibawah naungan lembaga pendidikan Maarif Nahdlatul ulama dan Kementrian agama ( waktu itu masih Depag ), sekolah yang saya tempati berada didaerah Banyuwangi selatan tepatnya di Desa Tegalsari. Ada hal menarik saat saya masih sekolah dulu, saya dan beberapa teman memang tergolong siswa yang rewel alias selalu bertanya dan bertanya kepada guru jika ada hal yang belum paham, masih bingung atau terkait nasa masa yang akan datang.

Suatu hari saat pelajaran matematika, Pak guru yang yang mengampu mata pelajarn itu adalah orang yang asyik, mempunyai visi kedepan jadi tak jarang setiap memberi materi terkait matematika selalu di selipi motivasi motivasi untuk rajin belajar, kesuksesan dan masih banyak lagi, hari itu beliau menerangkan kepada kami semua tentang kesuksesan, setelah panjang lebar dia cerita tentang semangat buat kami semua  agar meraih kesuksesan cita cita setinggi tingginya. Di akhir cerita beliau meminta kepada kami semua untuk ajukan sebuah pertanyaan.

Pak, apakah kami semua ini bisa sukses, ? Sebuah pertanyaan terlontar dari bibir seorang gadis yang duduk dibangku paling depan, dengan nada ceria dia bertanya, sebuah pertanyaan yang mungkin tak pernah terlintas dibenakku kala itu. Semua kelas terdiam, antusias menunggu jawaban dari pak guru, kelas begitu hening, saking heningnya andai ada jarum terjatuh pasti bunyi benturan dengan lantai akan terdengar.

Pak guru menghela nafas panjang, dengan senyumnya yang khas dia menatap kami semua, tiba tiba dia mengambil dompetnya dan mengambil uang lembaran warna biru yaitu besaran lima puluh ribu rupiah, saat itu uang segitu adalah uang yang sangat besar nilainya bagi kami semua bayangkan saja uang saku saya maksimal lima ratus rupiah, uang iuran SPP saja cuma 15 ribu perbulan. Saat kami masih bertanya tanya kenapa pak guru mengambil uang dan menunjukkan kepada kami semua satu kelas.

Anak anakku siapa yang mau dengan uang ini ?? Pertanyaan pak guru pada kami semua, dengan serentak kami semua seperti dikomando menjawab, saya mau pak !!!.. Saya mungkin yang paling kencang berteriak mau, tiba tiba beliau meremas remas uang itu hingga kusut dan tidak sebagus tadi, saat kami semua bingung atas apa yang beliau lakukan, beliau bertanya siapa yang mau uang ini angkat tangan ?.. Sontak semua dari kami mengangkat tangan, saya pak !!! Bahkan saya dan beberapa teman berdiri sambil acungkan tangan.

Pak guru sambil tersenyum tiba tiba menjatuhkan uang itu dan menginjak injaknya hingga sangat kotor, kami semua semakin bin gung kenapa beliau berbuat demikian, dengan masih penasaran terus berkecamuk di pikiran kami,  hayo siapa yang masih mau dengan uang ini ?? . dengan saling pandang kami masih kompak unjuk jari, saya mau pak !!! .. Akhirnya senyum beliau semakin melebar dan menyampaikan pesan kepada kami, anakku anakku sekalian kalian semua pasti bisa sukses, kalian tau kenapa dengan uang tadi ?? Tidak pak !! Jawab kami kompak, saya menambahi   malah bingung  pak !!!

Dengan tetap tersenyum beliau menjelaskan, kalian tadi sudah membuktikan bahwa kalian tetap mau dengan uang tadi, walau sudah kusut, kotor dan terinjak injak, kenapa kalian masih mau ?? .. Tanya beliau kepada kami dikelas itu.. Seorang cewek yang tadi mengajukan pertanyaan menjawab, karena itu uang besar nilainya pak, nggak peduli kusut atau kotor kan yang terpenting nominalnya. Benar sekali   jawaban yang bagus, begitulah dengan cita cita dan kesuksesan adalah hal yang sangat bernilai, jadi apapun yang terjadi tetap tanamkan dalam pikiran dan jiwa kalian  bahwa kesuksesan  kalian adalah nilai yang sangat besar dan terua pupuk agar kalian tetap memiliki keyakinan untuk memperjuangkan kesuksesan kalian yang sangat besar nilainya bagi kalian.

Dalam perjalanan mewujudkan kesuksesan akan banyak muncul halangan, rintangan yang menghadang dan siap menghambat perjalanan kalian, oleh karena itu terus tanamkan pada diri kalian betapa bernilainya cita cita kalian sehingga apapun yang terjadi kalian tetap mau dan terus berusaha menspatkannya. KALIAN PASTI SUKSES ANAK ANAKKU.

Komentar