Sajak sang Pendobrak

Mata sayup hendak meredup
Menyaksikan nyiur pantai saling bergesek
Menimbulkan retakan pesisir
Tersebar sudah mutiara pantai ke tiap kuali

Semua berjalan beriring, bak sistem
Hendak memutuspun perlu berfikir
Semua saling menghisap
Pasir dan tepian pantai ikut terlahap

Berangkat dari diri sendiri
Berusaha mencari jalan berbeda
Berbeda tak selamanya salah
Jika sebuah idealisme tetap terjaga

Ikut arus sudahlah tak jadi mode
Saatnya menjadi pembeda dan pendobrak
Nyatakan mimpi sebuah idealisme
Raga tersungkurpun simpul senyum kebenaran.

Komentar