Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Di bangunkan sang fajar

Fajar ini seperti fajar fajar sebelumnya di bulan Ramadlan, mata enggan terpejam aku paksa terus terjaga agar subuhku tidak selalu berkawan dengan terbitnya sang mentari, kadang aku harus malu pada sang embun pagi walau tiada nampak ia mencibirkan bibir dan menyunggingkan senyum ejekan tapi malu terasa terus menemani jika sebuah kebutuhanku sendiri selalu aku terlantarkan. Kembali pada fajar ini, aku serasa bangun dari pingsan berkepanjangan , ada satu definisi proses perjalanan hidup yang kian terpudar entah karena ketakutan rasa malu atau karena kebesaran ego congkak akan usaha sebuah pembuktian, bak lupa daratan aku dibuatnya tapi fajar kali ini menyiramkan sejuknya embun di mukaku yang layu tertidur lama aku seakan tersedak dan sadar banyak hal yang telah terlupakan, ia sebuah jalinan silaturahim yang lama tak terjalin dengan baik, entah sama siapapun, di mulai dari fajar ini aungguh sangat adil jika aku harus memulai merajut kembali benang benang silaturahim agar senantiasa terja...

Hadirmu Ya Ramadhan

Kau hadir laksana pelita Penerang fana dalam gulita Memberi sejuk penghapus dahaga Menguatkan jiwa dan nilai rasa Hadirmu dinanti ribuan mahluk Dari sufi hingga pujangga Terus memuja mabuk asmara Rintih tangis curah pengharapan Tak sedikit terseret nafsu Berselimut iman teduh merayu Pengibaratan musang bertampang domba Tapi sentuhanmu menggugurkannya Rindu ini semakin menggebu Setelah tersadar akan rengkuhanmu Membasahi kerongkongan dahaga kalbu Semakin sadar akan makna badan tercipta Kini kita bersua kembali Dalam rahmat dan cinta kasih Khaliq sang penggenggam jiwa Penata hati, penggung hidup badan Ramadhan penawar syahdu Barelang, 06 Juni 2016