Pemberdayaan masyarakat akar rumput itu kunci
Sebuah perjalanan di kala senja itu menyeret aku pada sebuah tempat, tempat yang sebenarnya tidak asing bagiku , sebuah pinggiran kota yang beberapa tahun lalu aku pernah singgah disini, aku sempat beberapa bulan mondar mandir ditempat ini pada masa itu, perjalanan ini adalah anugerah sang pencipta untuk mengajarkan aku tentang beberapa hal. Saat aku duduk dalam warung dekat deretan warung kopi dan nasi tempat para pekerja disini meluruskan pinggang atau sekedar melepas dahaga dengan segelas air jeruk dingin, datang duduk didepanku seorang pemuda penuh dengan tato, sangar nian aku rasa dalam hati, berbadan kekar, tegap dan menyiratkan kebengisan, dia duduk santai memesan es teh dan sepiring gorengan, bersanding dengan air mineral punyaku pesanan diapun tersuguhkan oleh pelayan warung yang senantiasa berlenggok tatkala berjalan. " kerja dimana bang, ? " seutas tanya pemuda itu berusaha mengawali obrolan denganku, dan aku fikir sebuah usaha untuk mencairkan suasa...