Bergelut dengan jiwa

Sang bayu berhembus semilir semakin kuat di hamparan
Analisa sebagai alat merobek kekarnya ilusi
Keberanian dan kebenaran pisau belati tajam
Diasah dengan air mata kepedihan

Jika berani katakanlah berani
Jika mundur bersegeralah
Tali tambat mungkin masih terikat
Tatkala lepas akan terasa berat

Ditengah sana idealisme dipertaruhkan
Bebas mata dan kecurigaan
Tapi akankah kabur dari mata tuhan
Tidak, semua itu butuh keberanian

Bediri tegak atau mengekor dipantat
Sebuah pilihan arif dalam beragam tawaran
Pemuda kekar tetaplah tegar
Walau jiwa tergerus kenestapaan

Jika congkak masih bersemayam
Takkan muncul rasa berani
Menghapus noda laksana daki
Lemah diri, rendah tutur adalah perisai diri

Lembeh, 13 maret 2016

Awie

Komentar