ABOUT ME

BIONARASI


Saya, Muhammad Nur Nawawi, lebih akrab dipanggil Awie, lahir di Tegalrejo, Tegalsari, Banyuwangi pada tahun 1985. Sejak kecil, saya merasa terinspirasi oleh fajar pagi yang penuh kedamaian, yang memberi semangat untuk memulai setiap langkah dalam kehidupan. Bagi saya, fajar adalah simbol dari awal yang penuh harapan dan kesempatan, seperti kelahiran saya yang menjadi titik awal dalam perjalanan panjang menapaki kehidupan yang telah direncanakan oleh Sang Penggenggam Jiwa.

Nama saya, yang diberikan oleh orang tua, memiliki makna mendalam; "Muhammad" berarti yang terpuji, dan "Nawawi" mengingatkan saya pada Imam Nawawi, seorang ulama besar yang karya-karyanya banyak dipelajari di pesantren dan universitas di seluruh dunia. Nama ini menjadi pegangan dan pengingat bagi saya untuk selalu menjadi penerang bagi dunia.

Saya menghabiskan masa pendidikan dasar dan menengah saya di Yayasan Islam Diponegoro, kampung halaman saya, dari tahun 1992 hingga 2021. Di sinilah karakter saya terbentuk, baik melalui kegiatan akademik maupun sosial. Bahkan, di tahun 2000, saya dipercaya menjadi Ketua OSIS MTs Diponegoro, yang menyelenggarakan seminar besar bertajuk "Karakter Pelajar yang Berakhlak Karimah" sebagai respons terhadap kenakalan remaja yang marak pada waktu itu.

Setelah menyelesaikan pendidikan di MTs, saya melanjutkan ke SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi, mengambil jurusan Nautika Perikanan Laut, dan lulus pada tahun 2004. Karena keterbatasan biaya, saya menunda kuliah dan memutuskan untuk mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh di dunia kerja. Saya bekerja di berbagai kapal perikanan, mulai dari menjadi perwira deck di KM. Damarina, KM. Jalasena, hingga KM. Mitra Karimun, yang membawa saya berkeliling Indonesia, dari Bali hingga Kepulauan Riau, selama lima tahun.

Pada tahun 2009, saya memutuskan untuk berhenti bekerja di laut dan beralih ke industri pengolahan ikan sebagai Quality Control di CV Pasifik Harvest di Muncar, Banyuwangi. Setelah beberapa bulan bekerja, saya melanjutkan studi di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, mengambil program studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Saya membagi waktu antara bekerja di pabrik ikan dan kuliah, bahkan saat kuliah di semester dua, saya memutuskan pindah kerja ke PT Eratama Putra Mandiri agar lebih dekat dengan kampus.

Perjalanan akademik saya semakin berkembang seiring dengan aktivitas saya di dunia kemahasiswaan. Pada tahun 2011, saya terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian, dan pada tahun 2012, saya dipercaya menjadi Presiden Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Saya juga aktif di berbagai organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional, seperti Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor, dan Komunitas Pemuda Wirausaha Banyuwangi.

Karir saya terus berkembang, dan pada tahun 2014, saya lulus seleksi CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan dan ditempatkan di Kapal Pengawas Perikanan Direktorat Jenderal PSDKP. Selain itu, pada tahun 2019, saya kembali melanjutkan studi di Universitas Terbuka dengan program studi Agribisnis, Minat Penyuluhan dan Komunikasi Perikanan.

Saya juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan profesional, seperti di Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia dan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Indonesia. Sebagai pendiri Yayasan Suren Untuk Indonesia, saya fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan kewirausahaan. dan pendiri Nawanesia sebuah inisiasi penggerak dan penguatan literasi masyarakat.

Sebagai seorang profesional, saya juga terlibat dalam usaha pemasaran produk perikanan dan aktif mengikuti seminar-seminar serta pengembangan usaha di bidang kemaritiman dan pemberdayaan masyarakat, aktif menulis dengan tema kemaritiman dan pengembangan diri serta pemberdayaan masyarakat. Dengan semua pencapaian dan perjalanan ini, saya terus berusaha untuk menjadi pribadi yang berguna, bermanfaat, dan terus bersyukur atas setiap langkah yang saya jalani.


Untuk menghubungi saya bisa di 

                       

 



Komentar