Sabda Alam
Laksana mengejar sang mentari terbit Boleh dikata menyongsong di cahaya pagi Terpusat mata memandang cakrawala Harapan jiwa menuju suatu kata Bahagia Ketika jiwa menyatu dalam gema suci Sebuah alunan kalimat sabda alam Badai bertubi seakan menjadi sahabat Penimang damai sang mualim bijak Tak tersirat gentar menatap gulungan air Semua terasa lantunan bait bait cinta Badai menggagahkan diri dengan kesombongan Terbalas senyum teduh penuh syukur Bibir terus lirih membawakan syair ilahi Memuja dan menyanjung sang khalik Mendamaikan maya pada Menenangkan butir butir gemericik asa Menjadikan cinta penebar bahagia Oh badai yang besar Tiada kah engkau hanya sebuah pertunjukan Menguatkan iman akan yang ku puja Sang pengelola rasa yang maha perkasa Engkau hanyalah lukisan alam Sebagai sabda alam bagiku dan semesta Batu licin, 29 September 2016