Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

MENAWAN DALAM SESAK

Maghrib dengan alunan merdu adzan Merubah penat menuju sunyi sang malam Tatkala badan penuh peluh Kaki menapak hiruk ramai para tetamu negeri Memilih moda untuk melaksanakan hajat Tujuan disematkan tepat pada masanya Derunya melaju meninggalkan bekas kepulan hitam Terus bergerak melaju menyusuri setapak asa Terduduk aku dalam kursi penuh sesak Berdempet berebut tempat berkuasa Hingga pandangan menyapu seluruh ruang Mata terhenti pada paras dan menyejukkan Gerak langkah tumitnya semampai Sang bayu meniupkan diri mengiringi tapaknya Senyum membuka cakrawala gelap Mendinginkan penat rusuh berdesak Sapa nan ramah berbalut akhlak suci Menebarkan kesejukan kalbu insani Tanpa keluh kesah menjalani setiap misteri Tampak siratan keyakinan diri yang tinggi Walau masa senantiasa berlalu Meniup setiap senyum dan lesung menawan Tapi cerminan yang tersemat dihati Menjadi memori hingga tangan menoreh carita Siang jadi lamunan malampun ...

PERJALANAN KE INDRAMAYU

“Solo - Solo, Cirebon, Purwokerto, yang Jawa ,yang Iawa “ suara para kenek dan kondektur sangat riuh sekali memadati kebisingan sore yang masih sangat panas di terminal Pulogadung Jakarta, kami berempat berjalan menembus kerumunan para penumpang lain untuk mencari bus yang akan kami tumpangi ke Indra mayu. Aku hari ini hendak pergi ke sebuah kota di Jawa barat yang masih masuk wilayah pantura yaitu kota dermayu tempat wiralodra dulu pernah berkuasa, iya kota Indra mayu adalah tujuan saya untuk sedikit mengusir kegalauan hati, tinggal disana seorang sahabat baru aku, belum karib emang tapi kesamaan permasalahan lah yang membuat aku dan dia begitu dekat, pagi tadi saat aku bimbang dan penuh kenestapaan tinggal dalam kontrakan panas di bekasi belakang terminal cibitung sahabat yang biasa ku panggil Abdul iya kependekan dari nama abdullah   menghiburku dengan mengajak untuk jalan-jalan ke kota tempat tinggalnya, tanpa berfikir panjang aku setuju dan ikut dengan Abdul dan kedua re...

RESOLUSI MIMPI "Kini Aku Berani Bermimpi“

Hari ini tatkala sendiri kadang rasa yang selama ini bergemuruh dada ingin termuntahkan, begah rasa otak ini berisi penuh dengan pemikiran dan harapan - harapan yang kadang melumpuhkan keberanian tapi semua itu terus membara dan mendidih merangsang keyakinan bahwa aku lahir dan besar hingga saat ini bukan untuk jadi orang biasa saja, pasti akan ada andil besar yang akan di amanahkan padaku. Saat inipun aku telah berani menyampaikan gelora dada itu pada keluarga dengan terus menyakinkan mereka aku akan jadi orang yang bermanfat semua itu aku dasarkan pada apa yang telah aku alami hingga usiaku sampai detik ini, mungkin bukan usia matang untuk menjadi penggagas dan tidaklah masih remaja untuk terus menyuarakan pergerakan dan membangkitkan himpunan. Saat aku lahir aku sadar aku bukan jatuh pada gelimang permata, dengan terus mengingat kejadian saat aku lahir yang begitu susah untuk diingat yang akhirnya aku tetap menyandarkan peristiwa itu dengan apa yang disampaikan kedua orang...

BERGULAT DENGAN AMBISI

Terdiam aku dalam lamunan Disini tempat jauh seberang lautan Tak ada darah sekandung tiada pula karib seilmu Ada pertalian saudara dan sahabat baru Datang dari berbagai penjuru Entah perbedaan atau persamaan Yang menyelimuti semua Hanya tujuan dan arah mengenggam asa bersama Tugas utama untuk sebuah pengabdian Tak banyak berharap dari sebuah kejujuran Dogma bertuah mengikat saling memahami Entah takut atau terbuai mimpi Tak banyak yang ingin berontak Keluar dari kesemuan gemerlap Solekan tugas mengabdi Membutakan hakekat sebenarnya Kadang terlintas pemberontakan Tangan mungil ini terkesan lemah Kekerasan hati congkak ego mengalahkan Pengharpan semu kemewahan Mungkin tak ada mulut terbuka Tak ada pula tangan terlambai Terpuruk dalam gemerlap Hingga masa yang tak pernah dipahami Terkekang oleh ambisi Terbelenggu oleh citra Terbuai oleh mimpi Sadarkan oleh wahyu ilahi Aertembaga, 10 Januari 2016 07:00 WITA