Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Berdamai dengan hati

Hati adalah sebongkah gumpalan lunak, seperti gumpalan darah yang padat, dalam mata telanjang manusia hati menjalankan fungsinya sebagai penawar racun yang nekat masuk dalam tubuh. Dalam definisi rasa, hati adalah sebuah rumah tempat mengisi sebuah kehidupan bagi insan bernyawa, rumah itu sangat luas bahkan tak terbatas, samudera Tuhan yang maha luas takkan bisa menandingi luas rumah kehidupan yaitu hati. Hati kita juga sebagai sentra komando bagi setiap pergerakan kehidupan kita, hati adalah tempat merencanakan, mengonsep dan tempat untuk mewujudkan setiap keinginan hidup kita, dalam hatilah semua rencana itu tersusun, terstruktur hingga dari hatilah yang memotivasi kitab untuk mewujudkan setiap rencana tadi. Karena hati mampu mengontrol setiap lini kehidupan kita , maka hatipun mampu menjelma manjadi sang diktator yang tak segan memperbudak kita, hati yang luhurpun bisa menjadi sedemikian rakus dan tamak, jika hati sebagai rumah kehidupan itu terpenuhi oleh keinginan dan k...

Tambun serakah

Terbaring di peraduan sang pertiwi Bukan tersungkur karena sangkur lawan Tapi tertunduk karena perut tambun Besar berisi keserakahan perut.. Mulut berbusa bercerita panjang Tentang keadilan, tentang kelaparan Retorika perubahan entaskan melarat membuih putih diatas gelas arak keras Hati bengis niat mencekik Kerongkongan rakyat Yang sudah kering karena lapar Bukan nasi sambal terasi tapi hanya penceritaan televisi. Muka tak pernah sama dengan pantat Apalagi muka penuh dengan topeng, Membuat senyum harapan palsu Mengeruk besar melontar biji kecil Kehausan dan keserakahan, menguasi hati dan pikiran, tak peduli si melarat menanguis darah, ia tetap berjalan menginjak martabat rakyat demi rakyat berdasi segelintir Menangis dan mengutuk sudah menjadi basi, saatnya meringkutlk dalam sangkar besi karena tak mampu ramah pada pertiwi demi kesenangan perut sendiri.. Lembeh,  1 Februari 2017

AKU

A Aku.. Aku adalah bagian dari semesta Lahir dalam sebuah mahakarya Citra keagungan sang pencipta Aku adalah bagian dari ciptaannya Aku... Aku bukanlah kamu Apa lagi dia ataupun mereka Aku adalah berdiri sendiri Tanpa menopang bagianmu atau mereka Aku.... Aku adalah pelengkap seri kehidupan Pemberi warna dari lukisan alam raya Cantik merona , jingga menawan Aku ada bersama harum bunga Aku. Aku menjadi sebuah simbol ketegasan Penegasan akan kaki kokoh berdiri Berpijak pada bumi tegap Aku adalah sang pemimpin.. ------------------------------------------------------------------------------- Abezet Adalah Tulisan lepas baik sajak, cerita maupun opini yang menggambarkan berbagai sisi kehidupan, sejarah, literasi, opini, kritik sosial hingga motivasi untuk melengkapi pustaka dan literasi persada.

Bangsa kita

B Bangsa Bangsa kita Bangsa kita bisa di definisikan sebagai orang kita, iya dimana kita sama - sama berkebangsaan yang sama, tidak hanya mengenai tanah kelahiran tapi lebih dari itu, kita memiliki satu kesamaan, satu latar belakang kebangsaan dan kita wujudkan dalan satu kecintaan terhadap bangsa ini. Sehingga fikiran, jiwa dan raga kita mampu dan mau berkolaborasi untuk berjuang menjadikan bangsa kita bangsa yang besar dan bermartabat. Jika kita membiasakan diri dengan memahami berbagai karya para jurnalis baik dari kita sendiri maupun dari bangsa selain kita, kita sering mendapatkan berita tentang diskriminasi kemajuan baik teknologi, ilmu pengetahuan hingga paradigma kebangsaan. Kita sering disuguhi kemegahan peradaban bangsa lain, kemajuan tekhnologi hingga habitat manusia yang lebih modern dari pada kita, sehingga kadang paradigma sempit kita menjustifikasi bahwa kita bangsa yang tertinggal, bangsa yang kudet ( kurang update ), tak ayal paradigma kita mengutuk dan iku...

Perjalanan menuju perubahan

" Kamu tau apa yang abadi didunia ini sayang ??" Tanya seorang bapak kepada sang putra, bapak itu sambil duduk di kursi goyang, iya sebuah kursi yang bisa bergoyang - goyang bila diduduki sebagian orang malah ada yang menyebut kursi malas, entah apa di balik penyebutan tersebut, sang bapak yang menikmati waktu santainya disela kesibukan kerja di sawahnya yang kian hari kian meluas membuat dia semakin sibuk. Dinikmatinya bercengkrama dengan putranya sambil bermalas - malasan di kursi malas sembari menikmati tembakau hasil ladangnya. Di samping bapak itu duduklah bersimpuh seorang anak muda seusia sekolah lanjutan atas, dia duduk bercengkrama dengan sang bapak sembari membuka buku - buku pelajaran, iya memang itu pekerjaannya selama ini, karena memang di usianya yang masih setara dengan usia bangku sekolah.. Maksudnya usia dimana memang waktunya dipergunakan untuk sekolah, ya walau tidak bisa dipungkiri di luar sana banyak seusia dia yang sudah membanting tulang untuk beke...