Berdamai dengan hati

Hati adalah sebongkah gumpalan lunak, seperti gumpalan darah yang padat, dalam mata telanjang manusia hati menjalankan fungsinya sebagai penawar racun yang nekat masuk dalam tubuh.
Dalam definisi rasa, hati adalah sebuah rumah tempat mengisi sebuah kehidupan bagi insan bernyawa, rumah itu sangat luas bahkan tak terbatas, samudera Tuhan yang maha luas takkan bisa menandingi luas rumah kehidupan yaitu hati.
Hati kita juga sebagai sentra komando bagi setiap pergerakan kehidupan kita, hati adalah tempat merencanakan, mengonsep dan tempat untuk mewujudkan setiap keinginan hidup kita, dalam hatilah semua rencana itu tersusun, terstruktur hingga dari hatilah yang memotivasi kitab untuk mewujudkan setiap rencana tadi.
Karena hati mampu mengontrol setiap lini kehidupan kita , maka hatipun mampu menjelma manjadi sang diktator yang tak segan memperbudak kita, hati yang luhurpun bisa menjadi sedemikian rakus dan tamak, jika hati sebagai rumah kehidupan itu terpenuhi oleh keinginan dan keinginan sehingga menumpuk menjadi hawa nafsu yang berani membelenggu setiap gerak kehidupan kita.
Jika keraguan dan kebimbangan muncul dan menghantui setiap langkah kehidupan kita kembalilah kepada hati, karena disanalah bersemayam sumber dan mata air kedamaian, mata air ilmu pengetahuan yang senantiasa meluruskan rencana demi rencana sehingga menjadi sebuah langkah hidup yang bermakna, disanalah segala firman Tuhan mengumandang.
Kita bisa merasakan perih teriris akibat langkah kita menjelajahi kehidupan tersandung aral yang melintang membuat kita tersungkur karena hatilah rumah besar bagi segala kepedihan dan ketakutan, tapi dari hatilah muncul kebahagiaan sejati, yang akan menerbangkan kita ke awang awang memetik manisnya kehidupan.
Hati, segumpal daging, segumpal darah, kecil lemah menurut mata kita tapi dialah rumah dengan segala misteri tempat segala kehidupan kita. Marilah berdamai dengan hati kita, agar selaras dengan firman - firman Tuhan.

Komentar