Bangsa kita

B
Bangsa
Bangsa kita
Bangsa kita bisa di definisikan sebagai orang kita, iya dimana kita sama - sama berkebangsaan yang sama, tidak hanya mengenai tanah kelahiran tapi lebih dari itu, kita memiliki satu kesamaan, satu latar belakang kebangsaan dan kita wujudkan dalan satu kecintaan terhadap bangsa ini. Sehingga fikiran, jiwa dan raga kita mampu dan mau berkolaborasi untuk berjuang menjadikan bangsa kita bangsa yang besar dan bermartabat.
Jika kita membiasakan diri dengan memahami berbagai karya para jurnalis baik dari kita sendiri maupun dari bangsa selain kita, kita sering mendapatkan berita tentang diskriminasi kemajuan baik teknologi, ilmu pengetahuan hingga paradigma kebangsaan. Kita sering disuguhi kemegahan peradaban bangsa lain, kemajuan tekhnologi hingga habitat manusia yang lebih modern dari pada kita, sehingga kadang paradigma sempit kita menjustifikasi bahwa kita bangsa yang tertinggal, bangsa yang kudet (kurang update), tak ayal paradigma kita mengutuk dan ikut nendiskreditkan bangsa kita sendiri, bangsa kita menjadi bangsa pemuja bangsa lain, hingga semua itu masuk dalam pori-pori kehidupan kita, life style, pemikiran, mode busana hingga lingkungan kita lambat laut metamorfosis seperti bangsa lain dan efek dari semua itu, budaya dan nilai luhur kebangsaan kita telah lenyap dari jiwa tergerus dengan apa yang disebut modern.
Kita semua terlarut dalam penetrasi budaya bangsa asing, sehingga budaya leluhur bangsa sendiri menjadi tamu di negeri sendiri, kita ada Compare dengan bangsa lain kita merasa kita telah tertinggal jauh, dan akan muncul beragam permasalahan bangsa kita, kebobrokan, penyelewengan akan terus menjadi momok pemikiran kita sehingga kita dengan mudahnya menjustufikasi bangsa kita adalah bangsa sampah, bangsa terpuruk yang berujung kita saling menyalahkan, sasaran bidik yang tepat adalah melimpahkan setiap permasalahan kepada pemerintah, sebuah lembaga yang kita bentuk sendiri sebagai lokomotif pergerakan membangun peradaban bangsa ini, rasa rendah diri terhadap bangsa lain yang semakin akut, semakin membuat kita antipati kepada pemerintah, kita sebagai bangsa yang seharusnya bahu membahu mewujudkan kemakmuran menjadi saling menikam, saling menghujat, dan saling menyalahkan.
Berbagai macam hal yang terjadi karena kepicikan pemikiran kita yang hanya setengah menerima berita kemajuan bangsa lain, bangsa kita hanya fokus pada kemajuan sebuah bangsa itu, sehingga menjadikan rasa iri yang akut sehingga merendahkan kemajuan bangsa sendiri, bangsa kita tidak pernah melihat setiap individu bangsa itu berjuang mengharumkan bangsanya dengan segala keterbatasan dan kapasitas yg dia miliki, akumulasi dari berbagai kesuksesan individu itulah yang terkumpul dan membuat bangsa lain begitu maju dan modern.
Jadi semua ini hanyalah sebuah kepicikan kita, jika kita sadar bahwa peran setiap individu bangsa kitalah yang akan menjadikan bangsa kita bangsa yang besar, berperadaban maju dan berteknologi tinggi, maka stop sudah menyalahkan yang lain, karena semua itu berawal dari kita, bangsa kita sendiri " Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau berubah "

--------------------------------------------------------------------------------
Abezet Adalah Tulisan lepas baik sajak, cerita maupun opini yang menggambarkan berbagai sisi kehidupan, sejarah, literasi, opini, kritik sosial hingga motivasi untuk melengkapi pustaka dan literasi persada.

Komentar