MENAWAN DALAM SESAK
Maghrib dengan alunan merdu
adzan
Merubah penat menuju sunyi
sang malam
Tatkala badan penuh peluh
Kaki menapak hiruk ramai
para tetamu negeri
Memilih moda untuk
melaksanakan hajat
Tujuan disematkan tepat pada
masanya
Derunya melaju meninggalkan
bekas kepulan hitam
Terus bergerak melaju
menyusuri setapak asa
Terduduk aku dalam kursi
penuh sesak
Berdempet berebut tempat
berkuasa
Hingga pandangan menyapu
seluruh ruang
Mata terhenti pada paras
dan menyejukkan
Gerak langkah tumitnya
semampai
Sang bayu meniupkan diri
mengiringi tapaknya
Senyum membuka cakrawala
gelap
Mendinginkan penat rusuh
berdesak
Sapa nan ramah berbalut
akhlak suci
Menebarkan kesejukan kalbu
insani
Tanpa keluh kesah menjalani
setiap misteri
Tampak siratan keyakinan diri
yang tinggi
Walau masa senantiasa
berlalu
Meniup setiap senyum dan
lesung menawan
Tapi cerminan yang tersemat
dihati
Menjadi memori hingga tangan
menoreh carita
Siang jadi lamunan malampun
berbuah mimpi
Ketika gelap mulai
menyelimuti
Satu pucuk pengharapan
Kini telah jadi suratan alam
Komentar
Posting Komentar