Mendengar Lebih Banyak

Diam adalah emas

Menjaga lisan dengan tidak terlalu banyak bicara adalah suatu hal yang luar biasa dalam membentengi diri, karena terlalu banyak bicara bisa membuat kita lupa untuk melakukan filterisasi terhadap apa yang kita bicarakan, sehingga pada suatu titik dimana produk dari perkataan kita yang keluar dari mulut bisa jadi menimbulkan petaka bagi kita, maka ada pepatah mengatakan ” Mulutmu adalah Harimaumu ” itu berarti kita harus bisa bijak dalam menggunakan mulut kita.

”KATA-KATAMU ADALAH KWALITAS DIRIMU”.

Menjaga kehormatan diri dengan mengendalikan produk kata yang keluar dari lisan kita menunjukkan kualitas kita sebagai orang yang memiliki prilaku yang baik. Banyak mendengar dan menyimak akan menjadikan manusia nampak lebih terhormat dan berwibawa, seorang pribadi yang bijaksana lebih suka mendengarkan daripada pada banyak bicara (yang tidak berguna). Seorang yang terhormat dan bermartabat dia tahu benar saat yang tepat untuk bicara. Dengan mendengar dapat membantu kita menjadi lebih mampu mengontrol diri dengan tenang dan konsentrasi. Betapa pentingnya menahan untuk tidak banyak bicara sebagai langkah mempelajari sesuatu karena ketika kita bicara, sulit untuk mempelajari lebih banyak hal daripada apa yang telah kita ketahui. Tapi ketika diam mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, maka kita dapat mulai mengerti segala sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan kita dapat mempunyai akses terhadap apa yang menurut pendapatnya tidak kita ketahui.

Berbicara dan mendengarkan harus bisa kita kontrol secara proporsional. Tapi kebanyakan kata-kata yang tidak berguna akan banyak membuang dalam upaya untuk mendapatkan pegangan pada perhatian orang lain, banyak berbicara menciptakan dinding tebal yang membuatnya sangat sulit untuk benar-benar memahami satu sama lain. Ironisnya, semakin kita banyak berbicara, semakin sedikit kita dapat berkomunikasi. Jika kita banyak bicara kita akan membahas suatu permasalahan hanya dari sudut pandang kita, sehingga akan muncul pemahaman ” menurut saya ” hal itu sangat kurang baik dalam rangka kita memcari solusi permasalahan, jadi langkah yang tepat adalah kita harus mendengarkan lebih banyak karena dengan itu kita bisa banyak mengetahui beragam permasalahan dari berbagai sudut pandang, karena ibarat kita melihat suatu benda akan nampak berbeda jika dilihat dari berbagai sudut pandang.

Terkadang kita sering membuka mulut kita tanpa benar-benar mengetahui apa yang akan kita katakan. Kadang-kadang kita berimprovisasi dan mungkin ternyata benar. Tapi sebagian besar, kita tidak tersadar hanya berteriak secara acak mengenai suatu topik, tanpa kontribusi percakapan yang berkualitas. Di era informasi seperti sekarang ini kita memang harus di tuntut untuk banyak mendengarkan informasi, karena kebebasan berekspresi telah menjamur di dunia informasi terlebih dunia maya sosial media, Revolusi internet saat ini benar-benar sangat maju sehingga banyak yang memberikan informasi baik itu berita atau yang lainnya. Contoh, Setiap kali kita update status di jejaring sosial, atau mempublikasikan posting blog, atau cukup membuka mulut untuk mengatakan sesuatu. Apakah kita pernah mencoba untuk merenungkan jika apa yang akan dikatakan adalah benar-benar penting? Terlalu sering melakukan hal itu, seolah olah kita sedang terus berbicara yang mungkin bisa berdampak buruk baik bagi kita ataupun orang lain.

Banyaknya berita hoax yang bertebarab mununtut kita agar selektif menyikapinya terlebih mengomentarinya dengan perdebatan – perdebatan yang hanya mengandalkan sati paradigma yang kita miliki, solusi konkrit untuk menyikapi beragam berita yang belum tentu jelas adalah banyak mendengar dan banyak mencari refrensi lain, kita harus mampu menelusuri sumber berita secara jelas, serta banyak meng kompare berita satu dengan berita terkait lainnya berbasisi sumber yang kredible. Semua itu dilakukan agar kita tidak salah dalam menyikapinya.

Ada manfaat lain ketika Kita sedikit berbicara, Kita berbuat lebih banyak. Hal ini jelas. Fokus Kita beralih dari berbicara dengan tindakan. Sementara berbicara dan mengekspresikan perasaan Kita adalah penting dan tindakan adalah sama pentingnya. Tentu saja Apa pun yang Kita inginkan. Kita dapat pergi ke gym, memasak, membuat kerajinan dll. Selama tujuan Kita adalah untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, tindakan selalu akan mengalahkan bicara.



Allah SWT memberi kita dua telinga dan satu mulut agar kita banyak mendengar, perbanyak mendengar kita akan mendapat beragam masukan, baik nasehat, keluh kesah, aspirasi, ide dan masih banyak lagi.

Semakin banyak mendengar kita akan tau beragam permasalahan, dengan banyak mendengar kita akan tau cara dan langkah apa yang tepat yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dengan solusi.

Jika kita ketemu orang baru kosongkanlah gelasmu, agar bisa di isi dengan beragam pengalaman mereka, dengan cara mendengar lebih banyak. Jika kita seorang pemimpin maka banyak mendengar apa yang masyarakat bicarakan adalah langkah yang bijak.

**Temukan artikel ini di Kata dalam bingkai

Komentar