SANG PENAKLUK BADAI

Layar telah terpasang dengan erat
Armada berbaris rapi pada posisinya
Sang mualim telah siap di jantra bahtera
Menunggu komando sang Nakhoda syah alam

Angin semilir mengabarkan berita seberang
Kencang membawa dingin dengan kabar kurang berkenan
Sang Nakhoda duduk termenung menikmati desirannya
Hatinya bimbang bibir kelu hendak bertuah

Bahtera tetap terikat kokoh pada dermaga pujaan
Menanti lepas tali tambat sabda sang Nakhoda
Dalam ketermenungan dan kesiagaan
Datangah sang kelasi  muda dengan balutan semangat

Oh, sang baginda kenapa murung ragu paduka
Para pengikutmu telah siap butuh berapa lagi
Jangan risaukan badai disana
Bukanlah kita sang penakluk badai

Tugas utama senantiasa menunggu
Sebagai kesatria yang ditempa dalam kawah candra dimuka
Malu dengan ilmu dan amanah Khalik maa pada
Jika kembali murung bertopang ketakutan

Syahdan sang nakhoda terperanjat akan kata sang kelasi
Berdiri gagah dengan komando pada sang mualim
Mari berlayar saudaraku kita jalankan amanah ini
Kita semua adalah sang penakluk badai


Selat lembeh, 7 Jan 2015 10:21 WITA

Komentar